Wawali Surabaya Dampingi Veteran Perjuangkan Tanah dan Rumah yang Diklaim Pertamina
Wawali Surabaya, Armuji berfoto bersama veteran di Balai RW 01 Karangan, Kelurahan Sawunggaling.--
SURABAYA, MEMORANDUM.CO.ID - Wakil Wali Kota (Wawali) Surabaya, Armuji, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Balai Karangan RW 01, Kelurahan Sawunggaling, Jumat 10 Oktober 2025. Kurang lebih 1.000 warga mengeluhkan rumahnya diklaim oleh Pertamina.
Dalam pertemuan tersebut, juga hadir veteran pejuang dari tiga kecamatan yakni Wonokromo, Dukuh Pakis, dan Sawahan. Mereka ikut mencurahkan isi hati mereka kepada Armuji.
BACA JUGA:Warga Sawunggaling Mengadu ke Wawali Armuji Terkait Klaim Lahan oleh Pertamina

Mini Kidi--
Mereka mengungkapkan bahwa tanah mereka di kawasan Jalan Karangan diklaim oleh Pertamina. Alasan perusahaan tersebut membeli tanah eigendom verfondimg/EV 1278 dari Shell pada zaman penjajahan dulu.
"Saya ini pejuang yang mempertaruhkan nyawa saat melawan Portugis dan Fretilin di Timor Timur pada tahun 1975. Apakah Pertamina pernah berjuang seperti itu. Sehingga berani mengklaim tanah para pejuang di Karangan RW 01 Kelurahan Sawunggaling Kecamatan Wonokromo," tanya Slamet, juru bicara veteran.
BACA JUGA:Armuji Kawal Warga Darmo Hill Hadapi Klaim Pertamina, BPN Surabaya I Tegaskan Lindungi Hak Warga
Mendengar keluhan tersebut, Wawali Armuji menyatakan keprihatinannya dan memberikan semangat kepada para veteran.
"Saya akan mendampingi warga sampai ke Jakarta untuk mengadukan masalah ini ke DPR RI. Pokoknya, kasus Pertamina yang mengklaim tanah warga ini harus selesai," tegasnya.
Sementara itu, Afandi, tokoh masyarakat setempat menyampaikan bahwa jumlah veteran di wilayah RW 01 Kelurahan Sawunggaling cukup banyak. Ia juga memberikan apresiasi yang tinggi atas kehadiran lima anggota veteran yang dipimpin oleh Slamet.
BACA JUGA:Armuji Dampingi Warga Darmo Hill Hadapi Klaim Tanah Pertamina
"Saya meminta kepada Presiden Prabowo untuk ikut campur tangan. Karena di dalamnya ada anggota veteran yang juga mempertahankan tanah dan rumahnya," kata Afandi. (rio)
Sumber:

